logo

Film Gurky

Film ini ditulis dan disutradarai oleh Joey Bangun dan diproduksi oleh Aron Arts Production. Mengisahkan tentang anak seorang Penggual (Seniman Musik Tradisional Karo) yang berniat melanjutkan talenta yang dimiliki orang tuanya. Awalnya ayahnya (Mail Bangun) agak keberatan dengan keinginan Gurky untuk belajar musik tradisional.

Namun karena keseriusan sang putra maka Bapa Gurky kemudian mulai mengajari Gurky main musik tradisional. Dengan serius dan bersemangat Gurky belajar main gendang Karo dimana saja. Baik itu di ladang, rumah bahkan sekolahnya. Namun pilihannya itu mendapat cemohan dari teman-teman sekolahnya. Gurky dianggap kampungan karena masih musik tradisional di zaman milenial ini.

Hingga akhirnya dia diminta untuk bermain musik tradisional di acara Kerja Tahun desa Gurukinayan. Di acara itu pula dia menunjukkan kebolehan bermain musik tradisional. Seorang mahasiswa dari Universitas Negeri Medan (Unimed) bernama Chandra melihat talentanya. Chandra datang ke rumahnya dan menawarkan Gurky untuk mengambil beasiswa belajar musik ke Perancis. Beasiswa itu bisa didapatkan dengan mendaftar dan ikut seleksi. Kedua orang tuanya menyetujui Gurky untuk mendaftar dan ikut seleksi beasiswa itu.

Hingga tiba Chandra mengabarkan dari Medan kalau Gurky lulus dan berhasil mendapatkan beasiswa belajar ke Perancis. Berita baik itu disambut keluarga kecil itu dengan senang.

Proses produksi film Gurky dilakukan tahun 2012 lalu di desa Gurukinayan. Tepat sebelum bencana Sinabung meluluhlantakkan kampung di kecamatan Payung Tanah Karo itu. Film ini diproduseri oleh Martinus Sembiring putra Gurukinayan yang berdomisili di Jakarta. Selain Gurky Sembiring film ini juga dibintangi oleh Mail Bangun, Bejeng Ginting, Julia Maharani Bukit, Lusy Sembiring dan Chandra Ginting.

Leave a reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *